Minggu, 27 Mei 2012

-

Terkadang aku bingung kepada diriku sendiri. Aku tak tau harus bercerita dengan siapa tentang apa yang ku rasakan. Aku bingung dan selalu bingung. Aku ingin hidup tapi aku juga ingin mati. Aku punya banyak teman tapi entah kenapa aku merasa tak ada satu pun dari mereka yang dapat mendengarkan cerita tentang masalahku. Aku bagaikan seorang gadis yang mengalami kegilaan. Aku bersikap diam didepan semua temanku. Seolah aku tak terjadi apa-apa pada diriku. Terkadang aku ingin sekali membunuh semua orang. Namun aku juga ingin dibunuh oleh orang. Aku selalu berpendapat bahwa 'It's fun to kill and be killed!'. Sifatku bagaikan sebuah musim. Berubah tak menentu. Terkadang aku bisa menjadi gadis yang baik tapi terkadang aku bisa jadi gadis yang kejam. Terkadang juga aku bisa menjadi gadis yang pemalu tapi terkadang aku bisa jadi gadis yang menakutkan. Terkadang juga aku bisa menjadi gadis yang manis tapi terkadang aku bisa jadi gadis yang sangat mengerikan bagi orang lain. Hah. Aku pun tak tau penyebabnya. Aku ingin menceritakan semuanya tapi aku selalu merasa tak ada satu pun yang mau mendengarkannya. Aku ini sungguh tak berguna. Aku hanyalah sebuah sampah bagi teman-temanku. Aku ini gadis yang membenci cinta dan kasih sayang. Aku ingin menjadi normal. Semua teman perempuanku akan terpesona jika melihat laki-laki tampa namun aku tidak demikian. Aku tau bahwa aku adalah seorang Fujoshi  yang menyukai hal-hal yang berbau yaoi. Namun bukan berarti aku juga seperti itu. Aku mati rasa. Ya aku mati rasa kepada siapa pun. Aku tak punya perasaan. Bukan hanya kepada laki-laki saja tetapi juga kepada perempuan atau bisa disebut teman-temanku. Pada intinya bahwa aku ini memiliki sifat iblis. Jika sifat itu muncul. Menangis pun tak akan bisa. Jika sifat itu muncul. Keinginanku untuk membunuh dan dibunuh semakin kuat. Jika sifat itu muncul. Aku tak akan bersedih jika harus kehilang teman-temanku. Jika ada yang bertanya apa penyebab sifat iblis yang kumiliki itu muncul. Maka jawabannya adalah 'Tidak Tau'. Dan itu benar. Aku tidak tau kapan sifat iblis itu muncul. Karena sifat iblis yang kumiliki selalu muncul kapan saja dan dimana pun aku berada. Jika sifat itu berlalu dari pikiranku. Maka air mataku akan jatuh tanpa hentinya. Sakit dan sesak sudah pasti kurasakan didada ini. Ibuku pernah mengajakku untuk pergi ke ahli kejiwaan. Namun aku menolaknya. Aku menulis ini dengan jujur. Aku tidak ingin mencari sensasi. Aku hanya ingin bercerita. Aku ingin orang lain tau tentang aku sebenarnya. Agar mereka menjauhiku. Karena aku tak butuh teman. Dengar, aku tak butuh teman. Aku adalah aku. Aku selalu kesepian. Aku selalu sendiri. Aku pantas untuk mati. Jangan pedulikan aku. Aku hanyalah gadis yang bersifat iblis yang sama sekali tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang lain. Aku gadis gila.

Senin, 07 Mei 2012

My Plans for Pierre's Birthday

Pierre Charles Bouvier.....benar engga tuh namanya? Benar aja kali ya. Kalo engga bilang benar gue cekik kalian semua. Okay. Kali ini posting khusus buat dia. Kenapa? Ya liat aja deh judulnya. Tanggal 9 Mei nanti dia ulang tahun. Ulang tahun yang ke-33 tahun. Walopun udah agak tuaan kemuda-mudaan tapi tetap ganteng kok. Nah jadi gini gue punya rencana buat ngasih surprise ke dia. Gue tau kok. Gue sadar. Ngasih surprise ke dia itu ya engga mungkin. Sebagai pacarnya Pierre, gue musti ngerti. Pierre itu penyanyi. Dia itu terkenal dimana-mana. Jadwal panggungnya sangat sibuk. Tapi gue tetap berusah ngasih surprise ke dia. Rencananya gue mau ngasih surprise yang keren banget. Pertama, gue musti telepon dia dulu pake telepon umum. Nah setelah itu gue nyuruh dia ketemuan disalah satu tempat yang paling terkenal sebagai tempat romantisnya. Kalian tau engga dimana? Iya benar. Dibawah kolong jembatan Ampera. Setelah itu, gue bakal ngerjain dia dulu. Gue bakal nyamar jadi Rikudou-sennin. Nanti gue muncul kehadapan dia sambil ngupil dan boker didepan dia. Oh iya gue lupa. Gue juga bekerja sama dengan beberapa makhluk tak terdeteksi. Setelah gue ngupil sama boker, nanti tiba-tiba sesosok makhluk berbulu tebal yang engga pernah dicukur selama 100 abad bakal keluar. Tugas ini makhluk cuma ringan kok. Dia bakal nyanyi iwak peyek sambil joget autis didepan Pierre. Kebetulan lagu iwak peyek itu lagu favoritnya pacar gue. Nah waktu Pierre asik nikmati lagu iwak peyek. Nanti ada makhluk yang berjenis alien tapi kayak seorang koki yang ditolak lamarannya sama 100 rumah makan Padang.  Tugas dia disini cuma ngelemparin Pierre pake gandum, telor, mentega dan gula. Lalu diaduk dan dimasukkan ke oven. Waktu Pierre lagi dimasukkin keoven. Sesosok makhluk yang lain lagi bakal muncul. Kebetulan gue kenal banget sama ini makhluk. Dia sahabatnya Pierre. Dan dia juga teman gue semasa dipenjara. Kalo ngomong-ngomong penjara. Gue jadi inget sesuatu. Gue waktu itu ditangkep sama pak polisi gara-gara gue ketahuan lagi ngebantui seorang nenek ngeluarin upilnya. Okay. Balik ke cerita soal rencana gue tadi. Nah ini makhluk merupakan anggota Akatsuki. Namanya Tobi. Dia bilang bakal ngebuka topengnya didepan pacar gue, Pierre. Gue sampe saat ini belum tau sama bentuk mukanya. Tapi dia bilang kalo dia itu mirip Sule dicampur Andre dicampur Aziz kemudian diaduk sama Nunung dan Parto. Silahkan pikir sendiri bentuknya gimana. Dan ini yang terakhir. Makhluk ini sangat penting banget. Dan tugasnya paling utama. Dia itu dokter yang sering mandiin mayat dirumah sakit. Tugas dia cuma buat jaga-jaga kalo pacar gue mati ditempat gara-gara surprise gue :'( oh iya soal kado ya. Gue udah punya 2 kaod special buat pacar gue, Pierre. Yang pertama dan paling utama serta sangat diutamakan yaitu cinta gue yang paling tulus setulus orang yang lagi ngeluarin tokainya saat boker. Dan kado yang kedua ini yang paling berharga banget. Gue beli ini kado jauh-jauh ke Papua dan Afrika, demi Pierre. Sebelum beli kadonya gue juga sempat ngadain rapat dadakan dengan makhluk tak berhalus. Gunanya sih untuk memutuskan kado apa yang bakal gue beli. Gue tau kok mungkin ini kado engga sebagus muka gue. Tapi gue yakin pacar gue, Pierre pasti menerimanya. Gue beli microphone berbatang. Ituloh yang mirip kayak punyanya si Ahmad Dhani. Gue nyari yang warna pink. Karena gue tau Pierre suka warna merah. Motif yang gue kasih itu motif boneka barbie. Jadikan kalo Pierre lagi konser, dia pake microphone berbatang ini lebih kelihatan MA(c)HO. Oh iya gue lupa. Gue juga bakal datangin seorang ahli tatto ternama. Karena dia ternama, jadi engga ada nama. Gue udah pilih motif tatto yang rencananya bakal gue pake sama Pierre dipaha kita. Gue pilih motif tatto nenek-nenek ngupil pake pohon. Dan ini yang bakal jadi rencana terdepan dan terutama gue dalam ulang tahun Pierre. Sebagai pacar baik gue kudu ngelakuin ini. Gue bakal ngucapin 'Happy Birthday' ke Pierre jam 00.01. Jadi rencananya tanggal 8 Mei gue ga akan tidur semaleman. Nah terus waktu tanggal 9 Mei, malamnya tepat jam 23.59 gue juga bakal ngucapin 'Happy Birthday' lagi ke Pierre. Gue bakal ngemention, ngewall, ngebm, ngedm, ngeboker ke semua jejaring sosial yang dia punya. Dan gue bakal ngelakuin itu bareng-bareng dalam waktu yang sama. Jangan tanya caranya gimana. Oh iya gue juga engga akan lupa untuk kirim sms ke dia. Sms yang bakal gue kirim gini, "Bebebku sayang, Pierre. Happy Birthday ya. Gue dan anak yang didalam kandungan ini sayang dan cinta sama banget sama lo." Pokoknya gue bakal bikin hari ulang tahunnya Pierre spesial banget deh. Gue bakal ngejalanin semua rencana yang udah gue rencanakan sama mahkluk tak berhalus selama ini. Dan gue tau. Gue terlalu bego dan berharap. Pierre, you're my boyfriend+my husband. I'll love you until I'll die :')

Jumat, 27 April 2012

IDK~

Waktu itu tanggal (tak diketahui) bulan Februari 2012, gue ikut lomba robotic yang pertama kalinya disalah satu sekolah yang ada dikota tempat gue tinggal. Gue yang waktu itu sama sekali engga ngerti sama sekali tentang robot, cuma ikut-ikutan doang dalam lomba itu. Gue cuma bermodal rasa penasaran doang. Kan kalo misalnya engga diwujudin, tiba-tiba gue mati gitu jadi gentayangan kan gue. Repot juga kan urusannya. Gue yang waktu itu satu kelompok sama adek kelas yang jenis kelaminnya cowok semua. Sedangkan gue cewe sendiri. Kasihan banget ya. Lomba robotiknya waktu itu disuruh bikin robot Line follower. Tapi sebelum lomba, kami ngikut workshop dulu tentang tuh robot. Disitu diajarin gimana cara bikin line follower. Gue sih ngerti-ngerti aja. Padahal dalam hati gue, “Kampret, gue engga ngerti sama sekali.” Robot yang gue bikin sama kelompok gue sederhana banget. Engga mewah. Engga misikin juga. Sederhana aja. Yang jelas bentuk robot gue itu kayak ayam autis yang habis dicukur bulunya sama majikannya. Waktu lombanya, robot gue bertanding sama robot dari SMP/MTs lain. Tapi sialnya, robot gue kalah cepat. Awalnya gue engga tau kenapa bisa jadi lemot gitu robot gue. Pas gue tanya sama tuh robot ternyata dia engga dikasih makan sama emaknya selama 5 tahun 5 bulan 55 hari 5 jam 5 menit 5 detik. Hebat banget ya robot gue bisa ngitungnya. Terus katanya dia juga engga pede diliatin sama robot cewe punya anak SMP yang jadi lawan gue waktu itu. Gue maklum sih. Soalnya robot gue mirip ayam bencong yang kena penyakit autis. Sabar ya robot. Kan masih ada robot cewe lainnya. Karena gue kalah, gue memutuskan untuk keluar dari area perlombaan robot. Gue langsung nyari sesosok sahabat gue, Selvia. Gue langsung cerita ke dia. Setelah itu gue memutuskan untuk terjun dari gedung atas ke gedung bawah untuk nyari si Diny yang ikut lomba debat IPA. Tapi bencana buruk terjadi sama gue. Gue ketemu sama sesosok makhluk yang tak terdeteksi jenisnya. Dan itu pertemuan yang kedua kalinya karena sebelumnya gue pernah ketemu dia saat gue ikut workshop. Waktu itu gue mau ke WC. Dan tiba-tiba dia muncul dari belakang. Gue kaget. Kenapa ada sesosok makhluk yang terdeteksi jenisnya ngehampirin gue disiang bolong. Dia nanyain asal sekolah gue. Ya gue jawab kalo gue dari SMP yang jauh sekali keberadaanya karena berada diplanet Merkurius. Di pertemuan yang keduanya itu. Itu makhluk kenal sama salah satu teman gue. Akhirnya dia tanya ke teman gue. Saat itu gue lagi berfoto alay bersama robot autis gue sama sahabat gue, Selvia. Niatnya itu foto buat gue masukin ke facebook, siapa tau ada robot cewe yang naksir sama robot autis gue. Nah makhluk yang tak terdektesi tersebut ngeliatin gue mulu. Gue cuma bengong. Gue jadi ikutan autis gara gara robot gue. Waktu gue lagi asyik-asyiknya dengerin musik sama sahabat gue. Dan sekali lagi tiba-tiba, makhluk tak terdeteksi itu ngehampirin gue. Dan saat itu gue sama dia benar-benar dalam jarak yang sangat luar biasa minta ampun dekatnya. Gue yang ditegur sama dia cuma bisa mengubar senyuman autis. Gue lalu akhirnya bengong lagi kayak orang autis yang lagi boker, berharap something keluar dari tubuhnya. Dan yang bikin gue kaget lagi. Dia minta nomer hape gue. Gue langsung mikir, “hape? Apa itu hape? Gue engga kenal.” Tapi sayang gue engga sebego itu. Lalu gue tanya ke Selvia untuk minta pendapat. Gue pun langsung melakukan rapat besar antara gue dan Selvia yang dihadiri beberapa jenis makhluk-makhluk kecil. Dari hasil rapat tersebut. Dihasilkan sebuah keputusan bahwa gue mau  ngasih nomer gue, asal makhluk tak terdeteksi tersebut mau nyembuhin penyakit autis robot gue. Akhirnya dia setuju. Tapi robot gue engga mau disembuhin. Akhirnya robot gue tetap autis. Saat gue sama sahabat gue mau pulang. Sesosok makhluk tak terdeteksi tersebut ngehampiri gue lagi. Gue kali ini benar-benar kayak orang autis. 11-12 malahan. Ternyata tuh makhluk Cuma mau bilang, “Hati-hati ya dijalan?” gue engga tau mau jawab. Gue diam lagi. Kali ini gue cuma diam. Pas nyampe kerumah. Tuh makhluk langsung sms gue. Gue bingung mau jawab apa. Akhirnya gue ladenin itu anak. Tapi waktu malam harinya. Tiba-tiba itu makhluk engga sms gue lagi. Gue ga tau kenapa. Gue langsung sujud syukur. Mungkin tuhan sudah mengabulkan do’a gue. Mungkin juga itu makhluk menyadari kalo gue terkena penyakit autisnya robot gue. Akhirnya dia udah engga mau temanan lagi sama gue. Gue langsung update status, “Ternyata ada orang yang sadar bahwa gue autis.” Gue engga perlu memikirkan makhluk tak terdeteksi tersebut lagi. Gue memutuskan untuk focus sama robot autis gue. Gue langsung upload foto alay robot gue. Berharap sesosok robot cewe yang mau jadi pacar robot autis gue. Kasihan robot autis gue. Dia sudah ditinggalin sama emaknya. Gue tau, emaknya itu udah engga tahan sama keautisan robot gue. Buat yang punya robot cewe, terserah jenisnya apa. Tolong hubungin gue segera. Kasihan robot autis gue. Dia butuh belaian kasih sayang dari robot cewe. Terima kasih.

Senin, 23 Januari 2012

Galau: Go out from my life!!

Okay. Galau. Galau itu bisa dibilang salah satu nama penyakit yang terkenal dikalangan para remaja. Itu penyakit sering muncul dan menyerang seluruh remaja dunia. Bahkan gue juga udah terserang penyakit itu. Gue inget banget waktu gue pertama kali terserang tuh penyakit galau. Gue langsung dibawa lari ke UGD dirumah sakit. Pas nyampe dirumah sakit, gue langsung dioperasi. Semua tubuh gue dipotong lalu dipasang lagi. Kepala gue dipasang di kaki. Kaki gue dipasang dikepala. Tangan gue dipasang dihidung. Hidung gue dibuang gara-gara penuh dengan upil gue. Kampret! Penyakit galau satu ini mempunyai efek kesamping kanan dan kiri. Efek pertama, gue jadi gila. Efek kedua, gue jadi depresi. Efek ketiga, gue jadi stress. Efek keempat, gue dimasukin ke RSJ. Selain itu, ada juga beberapa efek dari penyakit galau itu diantaranya dan sebagainya itu gue sering ngeGaje, gue sering menyampah ditwitter,facebook dan inbox hape teman gue. Gue juga sering nyoret-nyoret sampe pantat orang juga gue coret. Gue juga suka nangis sendiri dan ketawa sendiri kayak Mbak Kunti. Kalo lagi galau, gue selalu ngerasa engga ada yang perduli sama nasib hidup dan mati gue yang hancur banget. Padahal sebenarnya engga gitu. Banyak orang yang perduli sama gue. Bahkan Naruto juga perduli sama gue. Dan gue terlalu ngarep. Okay. Itu semua efek dari penyakit galau yang benar benar bikin para remaja menjadi merana. Galau itu bisa dibilang udah jadi makanan sehari-hari para remaja zaman sekarang. Engga ditwitter, difacebook, BBM dan sebagainya. Kalo mereka engga makan nasi, juga engga kenapa kenapa kok. Soalnya ada si Galau. Biasanya si penyakit galau itu bakal mengenai para remaja yang bermasalah dengan Sekolah, Cinta dan Temannya. Dan khusus untuk para Otaku, biasanya kepada mereka yang terlalu mencinta favorite characternya seperti gue. Kalo masalah sekolah sih biasanya para remaja yang sering pusing dan stress gara gara banyak tugas akhirnya kena deh penyakit galau. Terus kalo masalah cinta, biasanya para remaja yang masih tetap jomblo kayak gue yang engga dapet dapet yang namanya sesosok makhluk hidup yang disebut 'Pacar' atau juga buat para remaja yang pacaran tapi pacarnya suka nyuekin dan sebagainya. Selain itu juga, para remaja yang terus menjalani LDR padahal mereka tau kalo yang begituan sih engga akan bertahan lama. Mereka juga bakal terkena penyakit virus gila yang melebihi parahnya dengan penyakit DBD. Iya itu. Galau. Tokai banget mbakbro, masbro. Terus kalo buat remaja yang bermasalah dengan temannya juga. Biasanya sih mereka bermasalah gara gara ribut hal kecil sekecil semut yang dipelintir terus ditendang kayak bola. Atau juga masalah karena merasa teman mereka kaga ada yang perduli padahal ada yang perduli. Remaja seperti itu juga sering terserang penyakit galau tadi. Oleh karena itu, sebagai dokter yang baik dan bejat serta berpengalaman seperti itu, gue saranin lebih baik kalian jangan terlalu memikirkan masalah yang bisa dibilang engga terlalu berat banget. Itu semua bisa membuat kalian terserang virus penyakit galau. Gue saranin ke kalian, banyakin do'a aja biar kalian terhindar dari penyakit itu. Kalo udah terserang sama tuh penyakit galau, susah deh buat nyembuhinnya. Jadi buat yang belum terkena, mending kalian hati-hati aja ya. Gue juga sampe saat ini sedang melakukan beberapa penilitian mulai dari betapa dibawah tangan gunung merapi sampe nungging-nungging di gunung himalaya buat mencari obat penghilang galau. Kalian engga mau kan mati menggenaskan cuma karena galau?! Gue juga ogah kok. Sekian dan Arigatou!

Senin, 09 Januari 2012

Semester II: You Make Me Crazy!

Whoaaa!! Tinggal menghitung waktu doang, gue masuk ke Semester II. Gue bingung. Gue khawatir. Gue pasrah. Di Semester II, semua anak kelas 9 itu belajarnya cuma 3 bulan. Cuma 3 bulan. 3 bulan, cuy! Kok gue tau Cuma 3 bulan? Yaiyalah, kepala sekolah disekolah gue pernah bilang kalo UAS-nya itu bulan April. Coba bayangin, masbro, mbakbro. April!! Gila. Kampret. Shit. Cepet banget. Okay, gue engga peduli dengan kapan bakal datangnya hari yang paling menyeramkan yang bisa buat semua anak sekolah jadi ketakutan tingkat internasional. Yang jadi masalah bagi gue, di semester II bakal ada pelajaran tambahan dikelas. Itu berarti gue bakal pulang sore. Dan kalian tau? Gue punya jadwal les bahasa inggris disore hari setiap selasa, kamis dan sabtu. Belum lagi, emak gue nyuruh gue les mipa. Dan itu juga berarti gue bakal les disore hari setiap hari. Terus emak gue juga bakal ngundang guru privat buat gue belajar dirumah. Shit! Okay. Nabila tenang. Tenang.. tenang.. tenang..! Tapi gue kaga bisa tenang! Kampret. Kalo gue punya jadwal les setiap hari+privat+pelajaran tambahan disekolah, berarti otak dan mental gue siap-siap bakal jadi depresi dan meledak kayak bom nuklir yang dijatuhin sama Amerika di Jepang waktu perang dunia. Dan itu juga berati gue belajar seharian diluar rumah. Mulai dari jam 7 pagi sampe jam 6 sore. Terus malam harinya ditambah pr dan tugas yang numpuk. Kampret. Bisa mati gue kalo kayak gitu. Coba semua guru itu ngerti ya. Engga ngasih tugas+pr gitu selama semester II. Ya agak berkurang sedikit beban gue. Bagaimana dengan hari minggu? Hari minggu itu engga cukup. Lagipula gue bakal ada les private di hari minggu. Terus kapan gue bisa onlinenya. Gue kan sayang banget sama Facebook, twitter, tumblr, blog, dan game online. Anjir! Gue masih sempet mikir yang begituan. Okay tenang. Tenang. Kalo boleh jujur. Les bahasa inggris aja, gue suka bolos gara-gara males. Apalagi kalo setiap hari. Tapi emak gue pernah nyuruh gue untuk berhenti les bahasa inggris, Cuma gue engga mau. Pan sayang tuh kalo gue berhenti. Gue kan udah terlanjur sayang sama temen-temen les gue walopun gue engga kenal sama mereka dan engga pernah akrab sama mereka. Tokai. Les bahasa inggris juga kan buat masa depan gue. Secara gue kan pengin kuliah diluar negeri, ya itu berati gue musti bisa bahasa inggris. Kalo gue engga bisa bahasa inggris, yang ada entar gue kena tendang kayak bola sama si dekannya. Okay, balik ke pembicaraan sebelumnya. Semua teman gue pada khawatir dengan UAS. Lah gue? Malah khawatir dengan jadwal les gue yang bejibun sampe-sampe ngalahin jadwalnya si David Beckham. Gue khawatir nanti gue sakit. Secara gue bukan cewe normal yang sehat waalfiat. Gue mah cewe yang bisa dibilang penyakitan. Coba bayangin, dari umur 2 tahun gue udah mulai sakit-sakitan. Gue itu kayak anak-anak Etiophia yang kurang gizi dibandingkan dengan sodara-sodara gue yang seger-seger semua. Shit banget! Tapi gue juga sebenarnya kasihan liat otak gue, entar yang ada dia meledak tiba-tiba kayak gas elpiji 3 kg karena dapet materi yang bejibun setiap hari. Gue harap gue bisa datengin ladang otak kayak di film Spongebob. Kan enak tuh, gue bisa milih dimana otak yang memorinya sebesar 100 juta kb. Atau paling tidak, gue bisa tukeran otak gitu sama si Nara Shikamaru yang otaknya pinter banget. Sebenarnya gue juga pengin tukeran otak sama Bill Gates tapi engga jadi soalnya dia udah ketuaan. Entar gue juga ikutan tua lagi. Ih amit-amit dah cabang bayi. Okay. Nabila tenang. Tenang. Tenang. Tenang. Woaaaah!! Gue engga bisa tenang. Belum lagi, gue belum siap menerima kenyataan kalo waktu belajar di Semester II itu Cuma 3 bulan. Gue masih pengin main-main sama semua temen gue. Gue belum siap tinggalin mereka. Udah banyak yang gue lakukan bareng-bareng sama semua temen gue. Mulai ngupil bareng, nyemil kaos kaki bareng sampe boker bareng. Susah banget ngelupain semua kenangan itu. Dan engga semudah yang dibayangin. Gue udah terlanjur sayang pake banget sama mereka. Gue sih penginnya bisa bersama-sama bareng mereka itu selamanya. Tapi itu imposibble. Kalo kata pepatah sih, setiap pertemuan pasti ada perpisahannya. Bener engga tuh pepatah? Auk ah gelap..! Gue harap, Tuhan mau ngabulin do’a gue supaya waktu 3 bulan itu terasa lama biar gue bisa ngupil, nyemil kaos kaki dan boker bareng mereka semua. Okay itu semua kegiatan bohong. Intinya gue belum siap. Belum siap untuk belajar dari pagi sampe sore. Belum siap ninggalin semua kenangan gue sama semua teman gue. Naruto, help me!

Sabtu, 05 November 2011

Lo mupeng (?)

Gue lagi galau segalau galaunya -_- kesabaran gue udah habis banget. Engga bisa dikontrol lagi gegara ulah lo yang suka niru gaya gue. Mulai dari tulisan sampe cara bicara gue lo tiru! Kampret lu ==" terus lo itu sok kenal sok dekat gitu sama gue. Kenal aja kagak gue sama elo. Dih najis banget gue. Gue sih engga pernah nyindir hal ini difacebook. Gue males. Gue engga mau dibilang alay. Tapi paling tidak lo itu nyadar deh. Gue itu engga suka ditiruin gitu. Difacebook, semua status yang lo buat itu, cara nulis dan ngomongnya itu persis banget dengan gue. Gue engga GR tapi itu kenyataan. Awalnya gue ngerasa biasa aja. Tapi temen-temen gue juga bilang gitu kalo lo itu niruin gaya gue. Profil picture lo aja gitu, pake foto sedih yang diambil dari mbah google ==" gue engga tau sih penyebabnya kenapa lo kayak gitu. Envykah? Envy kenapa emangnya? Tapi kayaknya lo itu mau niruin gaya gue itu biar lo bisa dapetin bfnya temen gue ya? Maybe~ mungkin karena bfnya temen gue orangnya humoris, terus kalo kata-kata temen gue, gue orangnya humoris+alay makanya lo mau niruin gue. Mungkin lo selama ini netral aja. Biar bfnya temen gue serek sama lo. Dan lo jadian sama dia. Kampret lu! Gue engga mau lo niruin gue lagi. TITIKKKK!!!
Hetalia: Axis Powers - Norway